Thursday, June 9, 2016

Kenalan dengan Kak Muzammil Hasballah, Si Pemilik Hati Makkah Otak Jerman

“Hijrahlah, kejarlah dunia, namun akhirat jangan pernah ditinggalkan”. –Muzammil Hasballah

Beberapa hari yang lalu, pas lagi asyik scrolling timeline instagram, aku nemu postingan dengan foto seorang pemuda, karena nggak kenal ya udah dilewat aja, eeeh... ternyata kemarin pagi Mamahku riweuh cerita soal imam masjid Al-Lathiif di Bandung yang masih muda, Muzammil namanya. Dan usut punya usut setelah kepoin official account line P3R Semesta Ramadhan, dia ini ternyata pengisi kegiatan IRAMA (Inspirasi Ramadhan) di Masjid Salman ITB kemarin sore.


Jadi nih, habis sadar kalau pertama kali aku nemu fotonya dari instagram Ustadz @yusufmansurnew, dan stalking bareng adik aku di instagramnya @muzammilhb, I feel like... I can’t thank you enough for Allah. Seriously, aku sering ngerasa beruntung karena segala hal benar-benar diatur oleh-Nya. MasyaAllah ya, Allah memang Maha Perencana Skenario Terbaik.

Feeds instagramnya banyak memuat soal postingan dia yang lagi membacakan bacaan Al-Qur’an, merdu dan fasih banget, enak didengarnya, bikin adem. Nggak tau kenapa, jadi tiba-tiba pengen diimamin shalat juga *lah?*, yah rasanya aku jadi makin cinta dan mau belajar Al-Qur’an lebih serius lagi.


Kak Muzammil ini seorang pemuda Aceh, lulusan Teknik Arsitektur ITB 2011, dan berpengalaman menjadi imam di masjid-masjid besar di Kota Bandung. Kemampuannya dan kecintaannya terhadap pembacaan bacaan Al-Qur’an membuatnya banyak dikenal belakangan ini, seperti yang ditulis di caption instagram Ustadz YM di atas. Ah iya, dia juga punya Youtube Channel, jadi boleh banget dilihat-lihat disini.

Kerennya, mengutip dari hasil menyimak timeline Semesta Ramadhan, Kak Muzammil bilang “saya bukannya mencari popularias, ini adalah amanah. Tapi dengan menjadi public figure itu sedikit banyak ada pengaruhnya, bukan untuk selebrasi tapi untuk meningkatkan kualitas diri”.

Nah! Makanya nggak heran sih orang-orang dengan titel ‘seleb’ (re: selebtwit, youtuber, instaseleb, dll) mudah banget untuk jadi influencer buat orang lain. Ya diharapkan, yang memengaruhi pun memberikan pengaruh yang baik buat yang dipengaruhinya, jangan pengaruh endorse mulu #eaaa.

Kak Muzammil juga dikenal sebagai aktivis Pemuda Hijrah, aku sendiri belum tahu seluk-beluknya, tapi disarankan banget kamu mengikuti akun instagram @pemudahijrah, InsyaAllah varokah. Dia juga bilang gini, “pemuda hijrah: jangan sampai setelah hijrah itu kita malah eksklusif... malah di masjid saja. Harusnya kita pikirkan bagaimana cara menyatu dengan anak-anak muda lainnya. Kita harus membuat mereka tertarik (dengan Islam melalui kita), sehingga merekapun dapat mencintai Al-Qur’an...”

source

Hidup zaman sekarang kalau nggak kreatif dan hanya pasif, ya bakal tersingkir, nggak akan ada yang ingat saking kita hidup seperti Larry, eh maksudnya hidup biasa-biasa aja tanpa ada inovasi yang muncul. Jadi anak muda yang cinta Islam, wajib banget! Tapi kalau pendekatannya kuno dan nggak masuk ke sasaran usia, orang-orang sekarang mah udah bosen duluan kali ya.

“Teman-teman, milikilah azzam untuk berprestasi, agar tumbuh rasa bangga sebagai seorang Muslim”. Menjadi anak teknik tentu bukan hal yang mudah, ada banyak usaha di belakangnya sampai akhirnya Kak Muzammil ini bisa lulus dari kampus Ganesha. Jadi berprestasi bagi semua orang punya cara pandang berbeda, nggak harus ITB kok untuk bisa berprestasi kayak Kak Muzammil, mungkin Allah kasih bonus lebih buat dia bisa satu jurusan sama dengan RK. Dimanapun kita ditempatkan, motivasi untuk berprestasi itu harus ada, kan Islam ingin umat-umatnya menjadi umat yang kuat ya. InsyaAllah.

“Motto hidup saya adalah Al Qur’an surat 47 ayat 7. Jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.

Satu hal yang jadi simpanan buatku kelak, adalah bagaimana ibu Kak Muzammil mendidiknya dengan kasih sayangnya. “Saya tidak pernah dimarahi dan dipukuli, sehingga saya nurut dengan orangtua. Ibu saya background-nya guru dan dosen ilmu jiwa pengajar, beliau mendidik dengan ilmu jiwa”. Yang membuatku makin terpana adalah ketika menyimak cerita soal Abdurrahman As Sudais—aku memakai suara beliau sebagai MP3 Al Qur’anku, fyi—ketika dimarahi oleh ibunya dengan doa, ‘Pergilah kau! Semoga kau menjadi Imam Masjidil Haram!’ Dan kenyataannya, kini beliau menjadi Imam kelas atas dan Imam di dua masjid (haramain): Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Betapa dahsyatnya doa seorang ibu. MasyaAllah~

source

Memang benar ya, pemuda dengan hati Makkah dan otak Jerman ini. Terakhir, siapa tau hati kamu bergetar mendengarnya membacakan ayat-ayat Allah. Dan semoga aku bisa belajar darinya. InsyaAllah.


12 comments:

  1. Pernah liat sekilas di acara tv, oh ternyata asli Aceh yaa, kirain Bandung. Masih muda, sholeh pula. Idaman banget ini mah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiya? Hmm, aku kurang piknik jadi gak banyak nonton tv lol. Iya, berkah banget dapat Abang yang satu ini 😁

      Delete
  2. Wah jadi tahu profil Muzzamil ini, selama ini puter videonya aja berulang-ulang.
    Adeeem banget ndengerinnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga baru cari tau nih, iya bikin hati tenang 😃

      Delete
  3. terjawab sudah temuan sosok lelaki yg dipasang di PP temenku heheee
    subhanallah suaranya benar2 empuk. Motto hidupnya super sekali, kakak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah banyak yang mengidolakan ya Kak 😀

      Delete
  4. Hi Syifa, tulisannya bagus. Bangga ada anak muda seperti Muzzamil. Semoga makin banyak anak muda yang seperti dia ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Pun semoga aku bisa ngikutin jejaknya 😊

      Delete
  5. Alhamdulillah...semoga makin banyak sosok seperti Muzammil yang bisa jadi teladan bagi anak muda lainnya, juga Syifa yang menuliskan kisah-kisah kebaikan seperti ini.

    ReplyDelete
  6. Oya, kemarin tampil di TV, suaranya sangat merdu dan empuk.

    ReplyDelete

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥