Thursday, June 18, 2015

Ramadhan 1001: Papajar

Ini hari pertama puasa di bulan Ramadhan, sudah bikin persiapan apa dari kemarin-kemarin? Persiapan hati, jiwa, itu udah pasti harus sudah dibersihkan ya, dan jangan lupa juga persiapan sembako sebelum harga makin naik, nanti nggak ada jatah buat beli baju baru *padahal Lebaran jaraknya masih sebulan, Cip!*

Dari sebelum Ramadhan, udah pasti sering ada acara-acara khusus menjelang bulan suci satu ini. Ada banyak macam ya, bisa jadi kumpul-kumpul sambil makan-makan biar puasanya kuat dan tahan lama. Nambah-nambahin berat badan biar pas puasa lumayan ngurusan, padahal mah nggak. Ya banyak lah cara untuk menikmati hari sebelum Ramadhan tiba, salah satunya acara yang disebut Papajar.


Papajar berasal dari kata mapag fajar, kata dalam bahasa Sunda yang mengartikan menjemput fajar pertama menuju bulan Ramadhan. Padahal awal perhitungan hari dalam Islam dimulai dari Maghrib, tapi ya nggak mungkin juga aku ganti istilahnya jadi Pamagrib, jadi rada awkward didengernya :P

Tradisi papajar sendiri awalnya berasal dari Cianjur, tapi aku yakin hal ini sudah jadi tradisi lama di daerah mana pun, ya kan? Biasanya papajar dilakukan pada saat kaum ulama bersama-sama mendatangi Masjid Agung di akhir bulan Sya'ban untuk mengetahui kapan waktu dimulainya berpuasa. Bisa jadi, dulu orang nggak perlu susah-susah dan beda pendapat soal hilal dan sidang isbat. Bisa jadi!

Papajar juga seringkali disamakan artinya dengan Munggahan--yang berasal dari kata unggah berarti pindah, pindah menuju bulan Ramadhan. Apapun istilahnya, minumnya tetap Teh Botol Sosro *Syif, masih puasa!*. Baik papajar atau munggahan, keduanya sama-sama berupa kegiatan yang sering dilakukan sebelum berpuasa bersama dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga, tetangga, teman, atau bahkan... PACAR! Yah, yang nggak punya mah, udah ya papajarnya sama orang lewat aja :P

Kegiatan ini sendiri sebenarnya nggak ada istimewa-istimewanya menurutku *ditampol*, karena sebagian besar yang dilakukan sama, acara makan bareng. Tapi yang menjadikan papajar berbeda adalah, menjadi kegiatan silaturahim untuk saling memaafkan satu sama lain sebelum puasa tiba. Intinya biar nggak kepikiran kalau masih punya salah sama mantan, takut kalau puasanya jadi batal karena terus mikirin mantan. Eh!

Terimakasih Pak Dadang dan teman-teman XI MIIA 3 untuk waktu setahun ini :)
Cause every girl need #selfie (or #wefie)
Nah, beberapa hari yang lalu, tepat setelah UAS di sekolah selesai, aku dan teman-teman sekelas juga mengadakan papajar di rumah wali kelas kami. Meski nggak semua anak kelas XI MIIA 3 hadir sih. Duh, masih kebayang jelas tim tukang masak--termasuk aku--bikin nasi liwet. Kayaknya enak ya kalau buka puasa nanti makan nasi liwet, yummy. Eh udah ya udah, masih dua jam lagi buka :P


by.asysyifaahs♥

2 comments:

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥