Friday, January 23, 2015

#1Day1Dream Zoel, for Donate Blood

Senang banget rasanya saat kali ini saling bertukar cerita mimpi. Kita bisa saling menanggapi satu sama lain dan bertukar pendapat tentang mimpi kita oleh orang lain. Sejauh ini, baru ada 2 orang yang menceritakan mimpiku, dan kesemuanya punya tanggapan yang keren. Nanti kalau #1Day1Dream selesai, bakal kutulis juga deh "Menjawab #1Day1Dream" untuk membalas postingan-postingan itu ^^

Dan hari ini, aku mau nulis mimpi Kak Zulfa Nurul--alias Kak Zoel, nggak mikir aku ngebalesnya karena dia juga bercerita mimpiku sih, cuma memang dari kemarin udah mikir kalau aku bakal nulis mimpinya Kak Zoel. So, here the story!


 
Sumber disini
Pertama kali donor darah itu, tepat di umur gue yang ke-17. Waktu itu gue masih duduk si bangku SMK. Alasan gue ikut dondar itu cuma karena penasaran, gimana sih rasanya. Eh taunya bikin ketagihan. Yang kedua dan ketiga, gue lakukan di kampus. Jadi totalnya udah 3 kali gue dondar.
 
Jujur kalau soal yang ini aku iri berat. Gimana nggak? Aku belum pernah donor darah padahal di sekolah pernah ada kegiatannya selama 3 kali sejauh ini. Selain syarat utama yang belum memenuhi yakni umur minimal 17 tahun *ya kalau berat badan mah melebihi lebih tepatnya*, aku masih takut-takut untuk nyoba. Rasanya mengalir atau dialirkan cairan ke dalam darah itu... geli-geli gimana gitu! Aku pernah dimasuki "makanan" lewat infus pas lagi sakit beberapa waktu lalu, dan rasanya kayak ada cairan aneh yang masuknya secara nggak lazim, bukan lewat mulut, tapi menembus kulit. Whoaaaa...

Karena udah tau rasanya gimana dondar, jadi sekarang alasannya berubah. Gue mau donor darah karena baru bisa dengan cara ini gue menolong sesama. Uang ga punya, jadi setidaknya ya darah yang udah didapat gratis dari Tuhan Yang Maha Esa, gue kasih ke yang membutuhkan. Itung-itung belajar bersyukur.

Bener kata Kak Zoel, mungkin kita nggak bisa bantu banyak dengan materi, barang, dan hal lainnya. Tapi, setidaknya dengan darah yang kita punya, kita bakal bisa menyelamatkan banyak orang dengan tetesan darah itu. Senyum memang amal tersederhana, tapi selagi bisa melakukan hal lebih (darah maksudnya), kenapa nggak? 

Sumber disini

Aku juga pengin bisa donor darah, merasakan memberikannya untuk orang yang bahkan nggak kita kenal sama sekali. Syukur Alhamdulillah kalau darahnya dipakai, apalagi sampai menyelamatkan nyawa seseorang. Tapi, kalau masalah umur, mungkin bisa menunggu untuk 2 tahun ini. Doakan saja semoga waktu cepat berlalu. Yah, walau masih rada bimbang akan rasa lemasnya diambil darah, tapi mungkin itu nggak seberapa ya dibanding orang-orang yang menumpahkan darahnya demi sebuah perjuangan besar.

Buat Kak Zoel, semoga mimpinya mendonorkan darah di PMI Kota Bandung tercapai ya. Atau, kalau nanti aku genap 17 tahun, kasih tahu aku biar kita bisa sama-sama mendonorkan darah di PMI Aceh 79. Penasaran gimana rasanya mendonorkan darah :D

by.asysyifaahs♥

4 comments:

  1. Aamiin. Tapi kalau nunggu Syifa 17 tahun kelamaan :D Nanti aku ceritain aja ya gimana rasanya donor darah di PMI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha... iya deh iya, tapi kalau aku genap 17 tahun, ajak aku ya Kak Zoel ^^

      Delete
  2. semoga suatu saat nanti gue juga bisa donor darah, karena selama ini setiap kali gue ke PMI selalu ditolak dengan alasan kurang HB. :sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah? Sedih... semoga bisa terwujud, tapi memang pendonor itu harus sehat lahir (dan batin) juga sih :)

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥