Monday, December 29, 2014

2014 Punya Cerita...

Martabak Asam manisJudul: Martabak Asam Manis
Penulis: Fico Fachriza
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: vi + 178 hlm
Penerbit: Bukuné
ISBN: 602-220-138-1
Harga: Rp42000
“Tes, tes!”

Gue ngecek mic sambil lirik-lirik malu ke penonton.

“Halo nama gue Fico dan ini kali pertama gue open mic.

Penonton tepuk tangan. Wuisss…, percaya diri gue naik.

Gue langsung masuk bit pertama.

"Menurut gue, kecap sering diremehkan. Padahal penting, loh! Kalo nggak ada kecap, bisa-bisa nasi uduk sama nasi goreng ketukar. Kasihan nasi uduk yang sudah dengki banget sama nasi goreng karena lebih dulu go international."

Hening.

Penonton sibuk masing-masing. Ada yang tidur, ada yang baca koran, ada yang nidurin koran, Gue udah kayak loper koran di lampu ijo.

Nggak dianggep dan ditelan asap knalpot.

***

Seperti martabak lezat yang terbuat dari perpaduan bahan masakan, cerita Fico pun dibentuk dari banyak cerita. Telur itu seperti Fico yang lucu dan bundar. Baking powder-lah membuatnya mengembang. Taburan cokelat keju memberi rasa manis dan asin dalam hidupnya. Semua itu dicampur dan diolah menjadi ‘Martabak Asam Manis’ yang gurih-gurih enyoy.

Sekarang, yuk, kita nikmati hidangan ala Fico. Bon appѐtit!

---
2014 memberi banyak cerita tersendiri buatku. Tentunya, ada banyak hal yang terjadi sepanjang tahun ini. Senang, sedih, suka, duka, semua ada...

Pencapaian terbesar tahun ini adalah... aku dinobatkan sebagai Duta Muda Vaksin Biofarma. Tahu Bio Farma kan? Itu lho, produsen vaksin terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Iya, Oktober lalu aku resmi jadi salah satu bagian keluarga besarnya dan bangga banget bisa jadi ambassador dari perusahaan yang satu ini.

Walaupun hanya menduduki posisi Juara 3, aku bersyukur. Dari sana, selain mengenal lebih banyak tentang vaksin, aku juga merasa punya kewajiban untuk menyebarluaskannya kepada orang lain, khususnya di lingkungan sekitarku sendiri. Dengan vaksin, kita bisa terjaga dari berbagai penyakit yang berbahaya. Misalnya nih, kayaknya kamu butuh vaksin Hepatitis B kalau kamu ngerasa sakit hati mulu, atau kamu musti divaksin Campak kalau terus-terusan dicampakkin sama doi. Haha... *garing ya*

Pencapaian lain yang mungkin bisa dikatakan cukup keren, tapi kemudian gagal adalah... aku pailit jadi peserta Indonesian Student Youth Forum alias Forum Pelajar Indonesia ke-6 di Jakarta, Agustus lalu. Sebenarnya, dari awal aku dinyatakan lolos sih, cuma... karena masalah administrasi yang kurang disetujui dan didukung pihak sekolah, aku terpaksa dicabut kelolosannya. Sedih ya? Banget! Iri sama temen-temen yang tahun ini bisa mengukir rekor MURI mengenai Upacara di Pusat Perbelanjaan. Tapi, apalah daya daku ini, masih terlalu kecil untuk dibilang nekat, hehe...

Sebenarnya banyak sih hal-hal kecil yang aku rasa itu berharga banget, mulai dari banyaknya orang-orang yang aku kenal, beberapa di antaranya berasal dari komunitas blogger kayak Kancut Keblenger dan Blogger Buku Indonesia, dan tentu saja... pengalaman yang serta-merta menyertainya.

2014 ini aku juga banyak mengalami kegagalan—salah satunya aku nggak bisa mempertahankan Peringkat 1 di kelas untuk Semester 3 ini, tapi sampai sekarang aku masih tetap aja merasa ‘kurang gagal’. Lho? Iya, seperti yang aku pelajari dalam Kimia, adanya gugusan dari atom karbon yang dapat membentuk ikatan yang berbeda. Karbon dapat membentuk arang dan juga berlian. Keduanya sama-sama dibentuk dari karbon kok, atom yang sama pula. Hanya saja, berlian sudah dipanaskan hingga 4000º Celcius, mendapat tekanan yang banyak, hingga produk yang dihasilkan akan berbeda dengan arang. Bener kan?

Sama halnya seperti manusia, kita mendapat berbagai tekanan dari tantangan hidup yang kita jalani, yang akhirnya menjadikan berlian tersebut memiliki harga berkali lipatnya daripada harga arang. Aku sendiri merasa bahwa sejak duduk di kelas 11, banyak tekanan dari berbagai macam arah, ditekan untuk pindah kelas, pisah kelas, sampai perlakuan “terselubung” yang aku rasakan sendiri dari banyak orang. See? Kita hanya tingga memilih, mau menjadi berlian yang ditempa dengan keras namun berharga mahal, atau menjadi arang yang hanya cukup dibakar tapi harganya murah. Tentu, semua orang punya pilihan masing-masing. See you on the top, 2015 ^^

***

Martabak Asam Manis, rasa seperti itulah yang dialami oleh Fico Fachriza yang kini terkenal sebagai stand up comedian, ternyata memiliki kisah hidup yang banyak rasa ya. Nah, kisah hidup Fico tadi terangkum dalam sebuah buku yang berjudul Martabak Asam Manis. Dalam buku ini, Fico menceritakan perjalanan hidupnya yang berliku.Yuk dibaca, semoga dapat martabak pencerahan dari buku ini.

by.asysyifaahs♥

No comments:

Post a Comment

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥