Sunday, August 10, 2014

Mamat atau Matthiday?

Halo Kak Mamat,...

*siapin amunisi*
*angkat senjata*
*belum siap euy*

Jadi begini lho Kak Mamat, niatan hati sebenarnya pengin banget ngikut giveaway-mu itu, kece kan ya kalau aku bisa dapat mainan kuda-kudaan yang warnanya pink unyu menggelora asmara itu. Ndilalah. Sayangnya, entah kenapa kok aku nggak ada ide ya buat mengkritik, menghujat, menghina, mencaci, memaki dirimu itu. Ah, aku harus gimana, sedih ih baca cerita peserta lain yang menghakimi dirimu habis-habisan. Engkau tak kenapa-kenapa kan, wahai Kakak Rahmat Hidayat? *ember mana ember?*

Ini bakal jadi milik Asyifa, kan?

Kalau disuruh menilai blog punyanya Kakak *eh sadar nggak sih ini alay banget manggil Kakak, berasa adik-kakak-zone, beud*, aku nggak sepantas itu, blog aku mah belum ada apa-apanya kalau dibanding MATI DAY (read: Hari Kematian, gitu ya artinya?), eh maksudnya MATTHIDAY. Seriusan deh, aku suka malu ah kalau harus review blog orang, takut dibilang songong padahal blog sendiri bisa memeras otak dari pembacanya. Padahal aslinya, orangnya emang songong. Mau tahu kesongongan aku? Sini!

Matthiday.com

Eh, Mamat *anjir, sampai sini aja udah songong* tau nggak sih kalau blogmu itu sebenarnya jauh dari kata rapi? Mau dikata apa, dari tulisannya aja udah nggak bermutu *Syif udah Syif!*, penulisan kalimatnya juga banyak yang salah banget, heran bisa dapat award sebagai Best Article Award. Kenapa bisa? KENAPA BISA? KEE...NAAA..PAAA BI...SAAA BI...SAAAA *ceritanya bergema* Itu tim seleksi award nggak lagi kena epilepsi atau alzheimer kan, sampai-sampai dirimu bisa dapat award kece dari Blogger Energy, oh aku hampir pingsan *tahan aku tahan!*

Blogger Energy Award - Rahmat Hidayat

Gini nih, dari blog post-nya aja, rasanya mau tutup semua tab dari web blog MATTHIDAY, tutup aplikasi Lo-gila Firefox, dan bakar habis ini laptop gegara semuanya merusak dan mencuci otak ini *jemur juga deh sekalian*. Tahu kenapa? Aku gila akan ceritamu itu wahai Ustadz Mamat... itu mau cerita apa? Ngajak ribut? Ngajak jambak-jambakkan? Ngajak perang dan jadi partisipan di jalur Gaza, heh? Bahasnya cinta-cintaan mulu, kalau nggak itu bahasnya mantan mulu, kalau nggak itu bahasnya JOMBLO mulu. Punya masalah apa sih nenek buyutmu Kisanak sampai dengan amat-sangat teganya dirimu menindas kaum minoritas dalam minoritas seperti kami? Ada masalah apa sama JOMBLO, bukannya si Mamat juga jomblo ya? Eh, bilangin ke si Mamat ya, doi sebenarnya jomblo labil, udah jomblo kok mau-maunya sih menamakan diri seorang single, halah sok tinggi kasta dia!! Cuih *kagak, ini suara jangkrik kecekik kodok*

Benci sebenci-bencinya sama postingan yang satu ini :@

Wahai hamba yang bernama Mamat, ketahuilah aku rasanya puas banget saat tahu rasanya dirimu putus sama mantan yang katanya ter-indah itu. Eh, nama doi Indah? Atau Mawar? Kok disamar-samarin gitu, ah si Mamat nggak gentle, wuuu... *sorak sorai bergembira*
Karena bagaimana pun juga. Mantan itu pernah mengisi hidup kita, dan membuat hari-hari menjadi lebih indah.

Ralat, bagaimanapun bukan bagaimana pun, duuuhh... belajar bahasa Indonesia kagak sih? Bisa digebuk guru bahasa senasional kalau tulisan blognya aja nggak ingat imbuhan sama sekali, ckckckck. Gimana kalau suatu hari nanti disuruh bikin tugas makalah maha tinggi, maha besar, dan maha luar biasa alias SKRIPSI kalau penulisannya aja kayak begini, Mamat? Sebelum Dosen-nya baca isi dan pembahasan, bisa dikasih tanda MERAH karena doi udah ilfeel duluan sama sikapmu yang nggak pernah mau mengerti orang lain kelakuanmu yang nggak patuh EYD dan hormat KBBI. Inget, yang lagi nasehatin kali ini tuh Duta Bahasa, Mamat. DUTA BAHASA!!! *songong lagi deh tuh*

Eh apa-apa, barusan baca kalau Mamat jadian sama si Mawar di tanggal 11-11-2011, ngakak banget, biar anniversary-nya unyu-unyu gitu ya? Hih, ampun deh Mat, Mat... Kenapa nggak nunggu setahun lagi buat jadian di 12-12-2012, kan kata orang ntu hari Kiamat tuh! *tapi semua sudah berlalu, ah syudahlah* Pas banget, Kiamat, Mamat, Matthiday, Rahmat Hidayat. Btw, itu kok nama belakang Bapakku dibawa-bawa, jangan-jangan... Mamat saudaranya Asyifa, OH NO!! *mabok sendiri*

Tapi, puji syukur Mamat ini orangnya romantis *songong terselubung* rela-rela jam 12 malam datang ke rumah si Mawar *plis, ini karena nggak tahu nama aslinya, Mawar sajalah nama samarannya*, bawain boneka Teddy Bear pink, eh siapa namanya? MATIDAY? Hari Kematian? Kematian Cinta Mamat? *granat songong* sama kue ulang tahun, cieee... Sayangnya, kenapa harus bareng dua sahabat itu, pengganggu tau, Mat! Kesannya nggak romantis lagi, nggak kayak di FTV-FTV tuh. Bawa sendiri kek tuh boneka sama kue, repot-repot dah tuh! :P

Nama doi Sonia? Sonia JKT48?

Ah iya, lucu juga pas tau Mamat ini dibilang Jagoan Neon, senakal apa sih saat masa kekanakan? Kenapa Jagoan Neon pula? Disponsorin sama produk permen, huh? Atau kebanyakkan makan permen Jagoan Neon pas kecil, pantes itu lidah biru, muka biru, setubuh-tubuh warna biru, oh... darah biru.
Ia di klaim sebagai orang yang suka banyak omong. Akan tetapi gaya bicaranya bukan merupakan hal yang berbobot. Hanya cerita yang mengandung joke-joke klasik yang membuat suasana menjadi jayus. Tapi itu lah yang membuat ia senang, karena menceritakan sesuatu yang lucu adalah hobinya.

Tuh kan, imbuhannya salah lagi, diklaim Mamat, DIKLAIM. Tambah satu lagi, kalau kata berbahasa asing (mungkin bahasa kalbu, atau bahasa yang cuma dimengerti Mamat dan Tuhan), kasih garing miris, eh garis miring maksudnya. Itu tuh penting, skripsi juga gitu. Gini-gini, anak kelas 11 udah disiapin amunisi buat tugas maha akhir, keren kan kurikulum 2013? *ih songong*

Mamat jayus? Kenapa nggak ganti nama jadi Rahmat Jayus Tambunan? Selain biar nama belakang Bapakku nggak kebawa-bawa—Hidayat tuh—biar kejayusannya berkali-kali lipat, Mamat. Ngikutin Tambunan pula, ya semoga aja aslinya memang nggak tambun *ketawa setan, oh bukan setan*

Terus nih, ceritanya si Mamat pernah kena blind love, haha, orangnya yang blind atau cintanya yang bener-bener blind? *ups* Eh, beruntunglah si perempuan berkerudung merah itu nggak sampai kenalan sama dirimu ya, Mat, khawatir aku khawatir kalau sampai peristiwa itu terjadi. Mendingan dia punya pacar yang mirip pemain film Terminator deh daripada Mamat, paling nggak deskripsi bahwa seseorang yang mirip pemain film adalah KEREN, dibanding Mamat. Cukup.

Eh, ini yang pamungkas ya, bener-bener pengin menghakimi Mamat deh, rasanya bakal tegaan untuk yang satu ini. Mamat patut diasingkan, dihina, diarak, dirajam, digantung, dan ditembak mati pakai ketapel, berjuta ketapel. Kenapa harus ini, Mat? KENAPA? Kenapa lagi-lagi memutarbalikkan fakta tentang kami—para kaum minoritas, sangat-amat yang hampir punah tapi tidak dilindungi, bahkan sama cagar alam sekalipun—JOMBLO. Tau sendiri kan karena sekarang juga bertitel jomlo labil pula, iya kan? Walaupun postingan Seputar Tentang Jomblo ini udah kadaluarsa banget, setahun lalu, tapi sakitnya tuh masih, masih ada, Mamat. Pikir dong pakai otak kecil tuh, gimana rasanya aib kaum kami dibuka lebar-lebar, ditunjukkan ke pembaca blogmu, diceritakan pada dunia. Apa rasanya? APA? SAKIT, Mamat, SAKIIIIIITTTT!! Lebih sakit daripada kejang-kejang kemudian disuntik panas sama euthanasia, lebih sakit daripada dicabut nyawa, Mamat *kayak yang udah pernah ngerasain sih, Syif!*

Katanya, bilang ada alasan kenapa jomblo tetap jomblo. Pertama, dia jomblo akut. Kedua, dia homo. Oke, pilihan kedua nggak mungkin banget kan ya, Asyifa sangatlah normal. Dan, Mamat tahu, opsi terakhir mana yang paling mengarah dengan diriku? Opsi mana, tahu? Iya, Mamat, iya, opsi pertama. ASYIFA JOMBLO AKUT, PUAS MAT, PUAS? Cih!
Jomblo itu adalah kutukan yang bisa membuat kepercayaan hidup hilang. Oleh karena itu, jangan kaget. Apabila dilihat dari statistik dunia perjombloan. Mereka sedang diambang-ambang kepunahan :'(

Baguslah, jomblo punah, itu artinya kehidupan mereka sejahtera. Sejahtera ada yang berganti status jadi taken, ada juga yang berganti status jadi ALMARHUM/AH karena banyak jomblo malah nenggak Baygon saking depresi dan frustasi-nya mereka kelamaan ngejomblo. Tapi, sorry to say, Asyifa itu jomblo perkasa *catet tuh di buku Fisika!*, nggak akan deh sampai mengakhiri kejombloannya dengan cara yang amat sangat nista, paling jedug-jedugin kepala ke tembok baja, nyilet-nyilet tubuh sendiri, terus kalau haus minum deh di kubangan limbah. Oh, ndilalah.


The last but not least, dari tampilan blog nggak akan banyak komentar. Nggak banyak waktu sorry, mending nonton drama Korea ada manfaatnya, bisa puas lihat Lee Seunggi atau Lee Min Ho akting, daripada bahas blog si Mamat *eh, nggak kok, mainan kuda-kudaannya buat Asyifa, oke?* Kalau dari gambar apa sih tuh yang di samping kiri, kece kok, si Mamat dikelilingi para siluman jin pembantu Sangkuriang buat bikin perahu, ya kan? Ke bawahnya, ada navigasi-navigasi yang mengarahkan ke berbagai laman ter-tidak-penting dari web blog MATTHIDAY, sayangnya kudu diklik satu-satu buat tahu itu tombol apa, ah Mamat.. Mamat, ada aja. Soalnya, tombol kedua sama tombol kelima (atau mungkin keempat juga), seakan-akan menunjukkan bahwa mereka adalah tombol Contact. Bingung kan? Eh, by the way, itu tombol yang ketiga bentuknya kan kado, Mamat baik ya, mau ngasih hadiah buat pembaca Mat? Buat Asyifa aja dulu, menangin giveaway ini, terus dapat mainan kuda-kudaan itu deh, oh maksudnya kotak musik. Plis... *oh jadi setelah songong-songongan, lu mohon-mohon sama si Mamat, keji banget Syif____-“*


Ya udah lah, yang penting Asyifa udah usaha kan ya, usaha menghakimi Mamat. Lagian nih, yang punya blog MATTHIDAY sendiri yang bikin cara mainnya buat mengkritik dia, baik blognya atau pemiliknya. Tapi, so far, aku lebih suka mengomentari pemiliknya, kan? Selagi diperbolehkan ngomong apa saja, disuruh jangan sungkan-sungkan mengirimkan kritik berbau pedas, dan Mamat sendiri yang mengatakan “karena kritik itu turut andil dalam mencerdaskan bangsa dan yang pedas itu mengunggah selera”, why not? Dan maaf untuk teramat, ini nggak dosa, postingannya kepanjangan, hehe. Jangan hajar yang nulis blog post ini ya, Mr. Rahmat Hidayat. Caw!
by.asysyifaahs♥

4 comments:

  1. Halo, syifa makhluk yang diciptakan sebagai hawa. Dari pengamatanku melalui pikiran albert einsten, sepertinya engkau memang hobi ya dalam mengkritisi seseorang. Karena sesunggunya engkau sangat detil sekali dalam mencari kesalahan-kesalahanku. Dimohon dengan teramat sangat, engkau jangan menjadi penghalang bila aku dimasukkan ke surga firdaus nanti. Terimakasih. - Mamat 8thn, penikmat ager.

    Anyway, ditunggu ya pengumumannya! Hehehe. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jelas, golongan darah AB kan sukanya ngomentarin, mulut bebek. Ah, Kak Rahmat bisa saja, itu ada jalan kebenaran *sadar dong sadar*. Amin... Mau cepet masuk Surga Firdaus, ayo cepat-cepat minta bertemu dengan-Nya, ayo *si Asyifa nyuruh mati*

      Siap, menangin ya, bahahaha

      Delete
  2. Mamat salah bikin giveaway ini mah. Btw selamat Asyifa udah menang. Ya, meskipun gak dapet mainan kuda-kudaannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha, kagak, malah seru. Wiih, makasih makasih :D

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥