Tuesday, July 8, 2014

Ramadhan's Daily 10: Shalat Waktu Kecil

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalammu'alaikum. Hari ke-10. Wow, sepertiga Ramadhan sudah kita lewati, kabar gembira untuk kita semua ya. Tinggal 2 kali lipat dari jumlah setelah Ramadhan ini, kita bakal kembali ke fitrah lagi. Amin... Anyway, boleh ya Syifa sedikit cerita, dikiiiiittt aja. Jadi, tahu kan baru saja tanggal 7 Juli kemarin harus beraktivitas sekolah lagi? Hmm, sebenarnya sih tidak benar-benar sekolah dalam pengertian belajar, hanya ada pembagian kelas dan penyampaian informasi seputar pesantren kilat di minggu mendatang. Pak H. Asep Nurul bilang, seharusnya memang masuk tanggal 14 Juli, hari ini semacam intermezzo dari hari libur, hihi ada-ada aja sih Pak, Bu.

Dan tahukah apa yang terjadi? Entah mimpi atau apa, Syifa dapat kelas sesuai lintas minat, Ekonomi. Kurikulum 2013 kan canggih ya, anak IPA sekarang bisa belajar mata pelajaran jurusan lain juga. Tapi, yang lebih mengejutkan adalah, Syifa masuk kelas XI MIIA 3, yang artinya... kelas para master semua. Iyalah, gimana nggak bilang gitu, sebagian besar—atau mungkin semua siswa di XI MIIA 3—punya kemampuan dan bakat di bidang masing-masing yang bikin kelas kami punya keunikan tersendiri, prestasi. Haha, entah harus senang atau sedih jika harus bersaing dengan para mereka ini, ganbatte ya!!

Ah, berbicara tentang sekolah memang nggak akan ada habisnya. Kalau saja hari ini Syifa boleh cerita, pasti bakal diceritakan kenapa bisa masuk kelas XI MIIA 3 itu. Tapi, karena—seperti biasa—jadwal kita ada Ramadhan’s Daily. Jadi, yuk baca terus :D


Solat. Ayo siapa yang nggak tau rukun iman yang kedua ini? Sejak kecil, tentu kita sudah belajar shalat dong ya? Belajar gerakan dan menghafal doa-doanya. Nah, kalau sekarang belajar apa lagi? Tentunya, belajar mengkhusyuk-an shalat itu, biar shalatnya tenang dan dialog pertemuan kita sama Allah nggak terganggu. Jadi, saran Syifa sih pilih juga tempat shalat yang punya situasi mendukung seperti itu, asal jangan pilih kuburan dengan alasan sepi ya *eh.



Learn it, Embrace it, Love it. Dulu, masih ingat nggak sih siapa yang mengajarkan kita shalat? Ibu? Ayah? Ustadz atau Ustadzah di pengajian? Kalau mengingat masa-masa kecil ketika kita belajar melaksanakan shalat dengan tata caranya, kadang suka senyum sendiri ya, lucu sekali anak kecil melakukan shalat walau dengan gerakan yang masih belum sempurna. Anak kecil memang harus sudah diajarkan seperti itu, biar saat mereka tumbuh besar mereka jadi paham sama kewajiban agamanya, hehe. Kalau sejak kecil sudah dibiasakan, pasti tumbuh dan berkembangnya anak, shalat akan menjadi kebiasaan yang dianggapnya kewajiban yang harus dijalani. Pasti di antara kita selalu senang ya ketika ada adik, sepupu, atau mungkin keponakan yang masih kanak-kanak sudah terbiasa shalat—di luar benar tidaknya gerakan shalat mereka—mungkin kita dulu juga gitu, apa jangan-jangan kakak, paman, bibi, dan saudara kita ikut bangga nggak ya saat kita shalat waktu kecil dulu? Hihi...

by.asysyifaahs♥

13 comments:

  1. Sederhana. Namun, bermakna..
    Karena pembiasaan sholat dimulai sejak dini, akan baik dimasa besarnya, setelah tau hukum-hukumnya.
    Oke.. semoga konsisten menulis Ramadhan's Daily-nya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mak, saya suka percaya kalau anak-anak dibiasakan sejak kecil, besarnya pasti bisa lebih paham.

      Amin, terimakasih :)

      Delete
    2. Oke, tetaplah berkarya
      Hmm.. mampir ke blogku juga yaa.. :)

      Delete
  2. Aku penasan sama kurikulum 2013 *udah lulus sih* :3
    Kalo boleh tahu, bisa dijelasin dikit gak Syifa'? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurikulum 2013 itu... nggak akan bisa dijelasin dikit sih Kak, musti panjang, hehe. Ya, semacam kurikulum baru yang diterapkan di Indonesia. Tahun 2013 lalu (pas Syifa masih kelas 10 SMA tuh), kurikulum ini mulai diberlakukan, awalnya sih hanya dijadikan ajang percobaan aja. Tapi, kurikulum ini nggak diberlakukan di semua tingkatan kelas, tapi baru kelas 1 SD, 4 SD, 7 SMP, sama 10 SMA. Kenapa demikian? Biar ada keberlanjutannya di tahun mendatang.

      Materi di kurikulum 2013 lebih fresh, baru, dan lumayan banyak juga. Yang seharusnya materi di kelas 11, sedikit ditekan di kelas 10. Jadi, rata-rata kami (yang kelas 10) udah belajar tentang limit Matematika, sedangkan kurikulum lama baru dipelajari di kelas 11.

      Kurikulum 2013 di SMA juga menuntut sekolah agar penjurusan dilakukan mulai dari kelas 10. Pas awal masuk, kami dites melalui ujian general sama psikotes, buat nentuin cocoknya penjurusan, biasanya sih ada MIIA (setara IPA) dan IIS (setara IPS).

      Metode pembelajarannya juga lebih atraktif, mulai dari memahami, menanyakan, sampai mengkomunikasikan. Kini, guru nggak hanya menilai dari sisi kognitif yang biasanya didapat dari nilai aja, tapi juga nilai apektif dan psikomotornya dikembangkan. Jadi tuh, semacam kalau kita ulangan, yang dinilai itu dimulai dari cara mengerjakan soalnya, apakah kita paham materinya, apakah kita jujur menjawabnya, dan apakah-apakah lainnya, yang pada intinya semua aspek dinilai banget Kak.

      Terus juga, nggak semua kurikulum 2013 ini diberlakukan di semua sekolah, di kabupaten aku aja baru 13 SMA (lebih kurang), ini maksudnya buat percobaan, tapi nggak tahu deh untuk tahun ini.

      Anyway, kalau mau tahu banyak, bisa dicek di web Kemdikbud kok :D

      Delete
  3. Waaaah, alhamdulillah tuh masuk kelas master syifa, bisa tambah pinter tuh nanti :D selamat yaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin Kak, motivasinya juga lebih kuat karena saingannya luar biasa. Hihi, terimakasih :)

      Delete
  4. Meski begitu, tapi bersyukur juga nih ngga ngerasain kurikulum 2013 *baru lulus*, kan UN nya lebih cepet kan tuh, nanti kepengurusan organisasi disekolah gimane :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan UN-nya sih, tapi UJIKOM *ya sama ajalah, sebanding UN* Kepengurusan organisasi mungkin lebih cepat dibandingkan tahun lalu, cuma adik kelas merasa terbebani karena belum tahu betul organisasi ala SMA :D

      Delete
  5. Wihii, template nya bagus nih. Haha.

    Setuju sama kamu, sholat emang harus dibiasakan sejak kecil. Karena sholat kan tiang agama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi templatenya samaan kayak orang, hoho.

      Yap, setuju banget. Aku masih inget dulu kalau pidato, materinya tentang shalat, dan hadisnya nggak jauh-jauh tentang bahwa shalat itu tiang agama :D

      Delete
  6. Paling inget waktu kecil pas belajar shalat bareng-bareng terus semua ucapan saat shalat diucapin keras hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya iya, tapi kalau hampir lupa, kadang pura-pura dikecilin volumenya, wkwk...

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥