Sunday, May 18, 2014

Cerita di Balik SASTRAVARA

Assalammu'alaikum, selamat pagi. Ihiyy, udah tiga minggu ya nggak nulis di blog ini, sekarang jadi bingung sendiri mau bikin postingan apa. Heheh... Tapi, karena kemarin baru aja memperingati Hari Buku Nasional, maka postingan kali ini nggak jauh-jauh seputar buku :D

Sumber: Tumblr - Edited by me

Jadi, entah sejak kapan mulanya, tapi seingatku sih awal-awal tahun 2014 ini. Sebenarnya ini mimpi aku dan juga mimpi Mamah (sejak kecil). Kesukaan membaca yang melatarbelakangi aku untuk berniat mendirikan taman bacaan. Awalnya sih iseng-iseng aja, ditambah koleksi buku yang mulai menambah gegara rajin ikut kuis/giveaway berhadiah buku.

Nah, tercetuslah ide, entah tanggal berapa, akhirnya aku merealisasikan mimpi aku untuk bikin taman bacaan, namanya Taman Bacaan Avara.

Arti kata Avara sendiri dalam bahasa Sanskerta adalah muda, paling muda. 

Kenapa Avara? Kalau ini sih, aku jadi inget salah satu pensi sekolah di Kota Bandung yang memasukkan nama 'Avara' sebagai nama gelarannya, karena dirasa keren, aku sering menamakan diri sendiri sebagai Avara. Terlebih, faktanya memang benar kalau aku siswa paling muda di kelas (dan mungkin juga seangkatan, hehe). Hubungannya sama taman bacaan sendiri adalah, karena target yang dikhususkannya lebih ke anak-anak muda, apalagi di sekitar rumah memang banyak anak kecil seusia SD, SMP, dan SMA. Harapan aku cuma satu, biar minat baca masyarakat Indonesia semakin meningkat, dengan mulai rajin membaca sejak dini. Aku juga berharap biar membaca nggak lagi sebagai kebutuhan, tapi (harusnya) juga jadi kewajiban.

Sumber: Gamais ITB - Edited by me

Walaupun koleksinya memang belum bisa dikategorikan sebagai koleksi taman bacaan sebagaimana mestinya, aku tetap berusaha kok. Lagian, taman bacaannya masih dibilang tertutup, belum ada tempat khusus selain di rumah aku, raknya juga masih disimpan di kamar dan sekarang mulai berbenah untuk dipindah di area ruang tamu.

Mengetahui hal ini, dan aku yang memang kasih tahu, teman-teman sekelas juga mulai mendukung dengan seringnya meminjam buku-bukuku. Awalnya sih menawarkan ke satu orang, eeeh... ujungnya juga merambat hampir ke seluruh penghuni kelas. Tapi, dalam hal ini, aku sering bikin ketentuan sendiri, misalnya bukunya jangan sampai rusak, jangan dilipat, dan jangan hilang. Hanya tiga aturan sih, dan syukurnya mereka bisa ngerti dan taat aturan. Hehe... Demi keberlangsungan buku-bukuku juga :D

Karena beberapa minggu terakhir teman-teman mulai rajin meminjam, akhirnya aku memutuskan untuk menyampul buku-bukunya. Sayang juga kalau sampai robek apalagi rusak, kan demi keberlangsungan buku sendiri :P Eeeh... Nisa, salah satu teman di kelas mengusulkan, katanya, gimana kalau yang pinjam itu dipungut biaya, misalkan Rp. 1000,- untuk 1 buku. Hmm... kalau dipikir-pikir, niat awal aku sih bukan untuk itu, nggak pernah kepikiran untuk meminta biaya pinjam, lagian niatnya juga iseng dan have fun aja.

Tapi, kalau dipikir-pikir, mungkin boleh juga. Hasilnya, kan bisa aja dibeliin buku baru, dan koleksi makin nambah, lagi dan lagi. Dan mereka yang mau baca, makin nambah juga bahan bacaannya. Cuma, aku sih nggak memprioritaskan banget untuk hal ini, dan nggak maksa mereka harus bayar, seikhlasnya aja :)

Di samping itu, aku juga mulai cari bala bantuan. Salah satunya dengan kirim proposal ke salah satu penerbit indie untuk meminta sumbangan buku, Alhamdulillah-nya sih disetujui, tapi sampai sekarang belum mendarat juga :D Ada lagi cara lain, selain ikutan kuis berhadiah buku––tentu saja––kadang aku juga beli online yang biasanya punya keuntungan tersendiri, selain potongan harga sekitar 15% - 20% malah ada juga yang nawarin cuma setengah harga, lumayan sih...

Haha, mungkin kalau dipikir-pikir, ini sejenis menguntungkan pribadi sendiri ya? Ehem, kalau boleh bilang, nggak kok, sekali lagi, niat aku cuma mau ngajak teman-teman dan adik-adik di sekitar rumah dan sekolah untuk rajin baca (walau kebanyakkan novel sih). Aku cuma dijadikan 'tempat penitipan' buku-buku itu yang nantinya dibaca mereka, malah ada lho, beberapa buku hasil buntelan yang belum aku baca sama sekali tapi udah ditamatin sama adik dan teman sekelas, duuh malu >w<

Source: Joe TataWarna - Edited by me

Terakhir, mengikuti peringatan Hari Buku Nasional kemarin, aku berharap minat baca masyarakat Indonesia makin meningkat, salah satunya dimulai dengan rajin membaca sejak dini. Makin banyak buku-buku kelahiran penulis Indonesia yang lebih bermanfaat, memberi wawasan, best seller, sampai dikenang sejarah. Perpustakaan atau taman bacaan ataupun sejenisnya makin ramai dikunjungi oleh mereka yang haus akan kebutuhan informasi, dan nggak melulu mengandalkan Google untuk mencari dengan cara cepat tanpa mengerti apa isinya. Dan... semoga koleksi buku-bukuku juga nambah, baik itu hasil buntelan, pinjaman, swap-an, atau bahkan belian, biar aku bisa pinjemin lagi bukunya ke teman-teman :D

Ah iya, kalau kamu berminat dan berniat menyumbangkan buku kepada kami, dengan senang hati dan lapang dada, SASTRAVARA (Taman Bacaan Avara berubah nama, sejak kemarin) akan menerimanya. Boleh buku dari jenis apa aja, asal bukunya memang cocok untuk segmen anak-anak dan remaja, narahubung bisa lewat aku sendiri di @asysyifaahs atau asysyifaahs[at]yahoo[dot]com. Terimakasih ya :)

Source: IndonesianYouth - Edited by me

12 comments:

  1. Keren. Tapi sayang, gk bisa minjem :( jauuhhh....

    Hehe.. mampir ya ;) >> Asiqurrahman.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, mungkin bisa Kak, via pos, tapi ongkir ditanggung :D Heheh...

      Delete
  2. Sekarang minat bacaku menurun gara-gara belakangan beli novel cover sama blurbnya bagus tapi ternyata isinya biasa aja. Huwaaaaaaa, tertipu T____T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, jadi don't judge book by its cover Kak, saranku cari tahu rating dari review buku yang mau dibeli, banyak kok reviewer yang cukup objektif :D

      Delete
  3. oh jadi avara itu artinya muda toh

    selamat hari buku juga
    wuah keren deh kamu, masih muda sudah punya taman bacaan
    moga taman bacaannya tetap eksis yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, aku 'memudakan' diri sendiri sebenarnya :D Amin Kak, terimakasih :)

      Delete
  4. Tidak semua informasi dapat dicari di Google. Selamat hari buku nasional.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, sehebat apapun Google, lebih hebat melalui buku :)

      Delete
  5. Berbagi itu emang indah ya :D
    Selamat hari buku nasional 'o')9

    ReplyDelete
  6. Menurutku membaca buku itu seperti memakan buah apel dengan perlahan, gak bisa habis dalam satu gigitan, perlu dinikmati sedemikian dalam :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh boleh filosofinya, perlu direnungkan juga dengan 'isinya' :D

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥