Monday, February 17, 2014

Hidup Itu Berantai

Kalau ditanya mengenai kisah inspiratif, rasanya nggak ada kisah yang bener-bener inspiratif dari hidup aku. Serius, rasanya hidup tuh hanya galau, galau, dan galau. Ah masa iya? Haha... Nggak juga sih, ya setidaknya galau memang lebih mendominasi, jadinya kan rentan terkena virus AVAILABIL dan memang masih SINGLE ON SALE.

Kisah inspiratif yang mau ditulis apa ya? Hmm... Bingung sih!! Ya udah deh, seadanya aja ya... aku memang nggak cocok dibilang inspirator juga :P

Entah sejak kapan ini terjadi, kalau nggak salah sih kayaknya semenjak kelas 8 SMP, saat dimana kekepoan aku lagi kepo banget, banget sebanget-bangetnya. Semua berawal dari seleksi Pemilihan Duta Sanitasi Jawa Barat di sekolah aku. Awalnya sih nggak tahu apa-apa tentang pemilihan duta ini, tapi karena perlu cari referensi, akhirnya googling lah tentang apa itu Duta Sanitasi. Banyak info muncul, dan banyak juga cerita-cerita yang tertuang di blog. Salah satunya adalah cerita Nada Zharfania, Duta Sanitasi Jawa Barat Tahun 2011.

Selengkapnya cek blog Nada, Me and Environment

Di blognya Nada, dia banyak bercerita tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukannya, bisa dikatakan dia ini aktivis lingkungan (Duta Sanitasi, Earth Hour, film Bumi, dia jabanin). Aku menyukai sosok Nada, dia perempuan tapi hebat. Keren deh!! Dari situ, aku mulai kenalan sama Nada, walau orangnya rada *ehem* sedikit cuek, tapi yaudahlah namanya juga first time. Semenjak kenal Nada itu, aku jadi termotivasi buat sama-sama ikutin jejaknya yang udah berkontribusi besar dalam bidang lingkungan, salah satunya jadi Duta Sanitasi Jawa Barat tahun 2012.

 Pemilihan itu berlalu..., dan mimpi jadi Juara 1 itu pudar, aku cuma jadi Finalis aja. Dan itu nggak papa, sadar bahwa semua tak harus selalu berhasil. Kalau berhasil semua, darimana kita bisa belajar arti gagal, ya kan? *oke ini rada bener* Nggak hanya Nada yang aku kenal, banyak peserta lainnya yang juga aku kenal via media sosial, ada Alifia, Medina, Galuh, Shinta, Carol, Aditya, Aditya, Hanum, Arlian, Ria, Kak Lina, Melinda, Giat, Rina, Nisa, Fahira, Arya... dan masih banyak lagi.
 
Selengkapnya cek di blog Dina, Dina's Story


Dari situ, aku jadi kenal banyak orang, aku jadi sadar bahwa dunia tak sesempit apa yang kita kira. Dari situ pula, kenalan aku bertambah banyak, sangat banyak. Dari Alifia, aku bisa tahu follow blog untuk pertama kalinya, dan belajar puisi serta perbincangan di BBM yang luar biasa kerennya. Dari Medina, aku jadi tahu bahwa dia penulis KKPK yang akhirnya mengenalkan aku pada para penulis KKPK lainnya (Ayu, Aulia, Muthia, Khinta, dll). Dari Galuh, aku jadi tahu bahwa fotografi itu bisa jadi passion aku, dan terimakasih untuk kisahnya. Dari Carol, aku tahu bahwa kita tak pernah menyinggung agama, dan gambar kamu memang luar biasa cool nya (y). Dari Kak Lina, aku pengen bisa kayak dia dan ikutan Ardan School, dan aku jadi kenal kakaknya yang baru aja ultah, Kak Mumu. Dari Kak Mumu, aku jadi suka ngeblog dan tahu KancutKeblenger.

Well..., kalau ditinjau ulang, kayaknya sih apa yang terjadi sekarang itu bisa dikatakan sebagai suatu hubungan yang berantai. Ibarat rantai makanan atau jaring-jaring makanan, semuanya kayak siklus, dari satu ke yang lainnya. Aku akui, entah karena kebetulan atau pastinya takdir Illahi, tapi aku mensyukuri apa yang ada sekarang.

Nggak nyangka aja semuanya bisa kayak gini, 3 tahun dalam kisah hidup yang pastinya memorable banget. Andai dulu bukan aku yang wakilin sekolah buat jadi Duta Sanitasi, andai dulu aku nggak sekolah di SMPN 1 Cililin, dan andai dulu kekepoan aku nggak maksimal, mungkin aku nggak bakal kayak aku sekarang.

Aku tahu Dia udah mengatur semuanya..., dan it’s amazing. Allah bener-bener sayang sama aku, memberikan takdir yang luar biasa SubhanAllah nya :’)

Semenjak jadi Duta Sanitasi, aku lebih giat cari info di berbagai media tentang apapun itu, yang pastinya bermanfaat dan cocok buat pelajar. Dan tepat saat kelas 8 juga, pertama kalinya aku baca koran belia Pikiran Rakyat, lebih dari sekedar yang aku duga, aku punya banyak pengalaman.

Ke kanan dikit, ada siapa ya? Hem... (Klik untuk memperbesar)

Dari belia, aku punya temen-temen baru, Kak Putri, Maydir, Kak Alyssa, Kak Tria, Kak Lusi, Kak Fini, Al-Qadr, dan para kontributor redaksinya, Kak Ifuu, Kak Hani (ajak aku kelilingi ASEAN, biar bisa foto kayak Kaki Hani), Kak Tisha, dan semuanya. Aku seneng bisa jadi salah satu pembaca setia belia PR, banyak yang bisa aku dapat, dari rubrik Inspirasi, Selancar, Skul, Aksi, Chat, Review, Insight, bahkan Suara Hati Pelajar yang merchandise aku belum pernah aku ambil sekalipun *sayang banget*, bahkan pernah dapat 2 tiket gratis masuk Trans Studio Mall Bandung.

Dari belia, selain teman-teman baru, wawasan aku jadi lebih luas, tulisan-tulisan aku sebagian besar terinspirasi darinya, bahkan di kelas teman-teman malah bilang Tukang Koran saking rajinnya karena sering langganan di kantor sekolah. Dari belia juga, aku bisa kenal Kang Guru Indonesia, AFS Bina Antarbudaya, Berbagi Nasi, Kelas Inspirasi, dan tentu saja Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat yang aku tunggu semenjak kelas 8 dulu, dan itu jadi kenyataan... sekarang aku jadi Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat :’)


Ah, entahlah, entah harus senang, bahagia, atau terharu. Sekali lagi, kalau bukan karena rasa ingin tahu, curios, dan kepo aku yang high maximal bangetsekalipisan itu, aku nggak mungkin bisa kayak sekarang. Kalau dulu aku pemalas yang sukanya luntang-lantung alay nggak jelas, mungkin semuanya nggak akan kayak gini. Akan tetapi, lebih beruntung lagi karena Allah SWT udah bikin skenario hidup aku yang luar biasa kerennya. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.

Terimakasih untuk semua yang telah Allah berikan buat Syifa, I can’t thank You enough for everything, Allah...

Judul: Dear Faris "Catatan Inspirasi Si Pahlawan Kecil"
Penulis: Arian Sahidi
ISBN: 978-602-225-801-8
Terbit: Februari 2014
Halaman : 162, BW : 162, Warna : 0
Harga: Rp. 36.700,00

Sinopsis Dear Faris


10 comments:

  1. Dan ngerasa nggak sih pertemuan setiap orang itu emang udah digariskan. udah ditakdirkan. punya pola masing-masing yang bikin kita ngga sama lagi kaya sebelum ketemu mereka. *aku ngomong apa ini*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak, aku juga gitu. Mungkin kalau bukan acara #TantanganNgeblog dari Bang Kenni, mungkin aku gak kenal Kak Asma :D

      Delete
  2. "You may say,I'm a Dreamer,But I'm not the only one... Maybe some day,You'll join us,And the world will leave as one"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena pemimpi di dunia ini tak hanya kamu~ uwuwuwuwu u,u

      Delete
  3. salutt :D :D
    mampir diblog q yaa :)

    ReplyDelete

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥