Sunday, January 5, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-5 (Q.S. Az-Zumar [39] : 10) “Pahala Sabar Itu Tanpa Batas”




“Katakanlah (Muhammad): ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu’. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini pasti akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
(Q.S. Az-Zumar [39] : 10)

 ***


Katanya, sabar itu ada batasnya. Katanya, jika sampai pada batasnya itu orang tak bisa lagi sabar. Katanya, jika ia terus menerus sabar menganggap bahwa hidup ini tak adil. Katanya, begitu.

Entah siapa yang mengatakan itu, entah orang-orang terdahulu yang kita anggap nenek moyang atau dari pepatah yang memang diucap oleh orang-orang terdahulu. Di banyak waktu, ketika seseorang sudah tak tahan lagi akan kesabarannya, ia sering sekali mengucap kalimat sakti ini, ‘sabar itu ada batasnya’. Lantas, kalau memang ada batasnya, sampai mana batas itu berakhir? Memangnya, ada ya sabar-o-meter yang mengukur seberapa lamanya kita sabar? Atau mungkin ada jarak kesabaran untuk menghitung seberapa jauh kita bersabar?

Setahuku, di dunia ilmu pengetahuan, khususnya ilmu Sains, tidak ada satu pencipta atau penemu hebat di dunia ini yang bisa menciptakan alat canggih itu, alat yang bisa mengukur sabar dan sampai mana batasnya. Hahah, konyol? Memang.

Seharusnya, kalimat ini tak lagi dipakai, apalagi dimanfaatkan dalam keadaan tertentu dimana seseorang sudah tak tahan lagi untuk bersabar. Harusnya diubah menjadi ‘sabar itu ada waktunya’. Tidak hanya sabar sih, tapi apapun juga, kalau digunakan tepat pada waktunya dan tepat tujuannya, akan berjalan baik.

Ingat ya, sabar itu ada waktunya. Sabar di saat kita menerima ujian dari Allah, berupa nikmat-Nya maupun musibah-Nya. Nikmat pun adalah ujian, ujian kesabaran kita juga. Apalagi musibah, semakin sabar kita, maka semakin naik pulalah derajat kita.

Sabar dalam waktu yang tidak tepat, itu yang salah. Di saat-saat yang genting sekalipun, sabar itu perlu, tapi bukan sabar semacam ‘Ah, ya udahlah sabar aja, terserah gimana Allah,’. Ini yang salah, sabar disini dimaksudkan untuk tetap ikhtiar juga, nggak berarti sabar itu harus melulu pasrah, pasrah, dan pasrah.

Ingat ya, jangan lagi ada kata ‘sabar itu ada batasnya’, tapi ‘sabar itu ada waktunya’. Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar. Amiin...


No comments:

Post a Comment

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥