Friday, January 31, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-31 (Q.S. At-Taubah [9] : 122) "Let's Go Exchange!"


“Tidaklah sepantasnya orang-orang mukmin itu berangkat semuanya, mengapa tidak pergi dari tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama, dan supaya mereka memberikan peringatan kepada kaumnya apabila telah kembali kepada mereka, mudah-mudahan mereka dapat menjaga diri”.
(Q.S. At-Taubah [9] : 122)

Sudah tahu kan beberapa kali Syifa sering menyinggung kalau Syifa pengen belajar dan dapat beasiswa ke luar negeri? Kalau sudah baca, pasti sudah tahu. Yap, mimpi Syifa adalah mengikuti Program Pertukaran Pelajar. Pertama kali taunya sendiri adalah dari koran @beliapr edisi Selasa, 25 Oktober 2011.

Source : here
Saat itu, dalam rubrik Klabelia ini, ada beberapa informasi penting yang berkaitan sama Program Pertukaran Pelajar. Dari sanalah, Syifa tahu pertama kalinya, dan dari sanalah juga Syifa sadar kalau harus nunggu sampai jadi anak kelas 10 SMA. What a wow dong, soalnya saat itu masih kelas 7 SMP, dan itu artinya musti nunggu 3 tahunan lagi untuk ikut program ini.

Seiring berjalannya waktu, Syifa nggak sampai lupa kok, malah sering pantengin linimasanya twitter @binabudbdg sebagai perwakilan Bina Antarbudaya (yang punya acara, sebuah lembaga nirlaba) di Bandung dan daerah Jawa Barat lainnya. Apalagi, twitternya bakal mulai rame kalau udah memasuki bulan Februari sampai April.

Satu hal yang jadi kendala saat itu adalah..., masalah umur, soalnya kelas 10, Syifa baru 14 tahun. Tapi kata Adminnya sih boleh-boleh aja. Semoga~ Nah, yang jadi pertanyaan kemudian adalah, bagaimana dengan biayanya? Lagi-lagi, setelah banyak tanya sama volunteer dan alumninya, katanya sih GRATIS, kalau urusan tinggal di luar negerinya, nanti kita bakal tinggal di salah satu host family yang ditunjuk. Kalaupun ada biaya, paling uang pendaftaran aja.

Satu cerita yang paling menarik adalah dari Kak Zia. Waktu sama-sama ikutan Pemilihan Duta Bahasa Pelajar Jabar, Kak Zia cerita kalau dia juga pernah ikutan program AFS dari Bina Antarbudaya ini. Sayangnya, dia nggak berhasil, terhenti di babak final. Tapi ternyata, kesempatan memang ada bagi orang-orang yang berusaha, Kak Zia coba lagi dalam Video Contest yang masih dikelola Bina Antarbudaya ini. Walaupun nggak tinggal selama 11 bulan, tapi dia berkesempatan untuk datang, belajar, dan jalan-jalan di Jerman selama 1 bulan dengan biaya dari Bina Antarbudaya itu. Keren kan?
Source : @ziasme

Baca juga nih postingan dari Malory, salah satu peserta AFS yang tinggal di Indonesia, disini
“I beg young people to travel. Have your mind blown, eat interesting food, meet interesting people, have an adventure, be careful. You’re going to see everything differently”


Pergi meninggalkan tanah air tempat kita dibesarkan memang akan membuat kita menjadi pribadi yang berbeda. Semua prasangka buruk nggak beralasan yang selama ini kita pegang terhadap suatu negara bakalan sirna ketika kita tinggal dan berkawan disana serta mendalami makna perbedaan budaya. Terkadang, kita akan merasa lebih bangga dan memandang lebih istimewa Indonesia jika kita melihatnya dari kacamata saat kita berada di negeri orang.

Semoga harapan mengikuti Program Pertukaran Pelajar ini dapat segera terkabul. Doakan ya biar jalan menuju harapan tersebut dimudahkan dan dilancarkan Allah SWT. InsyaAllah~


8 comments:

  1. aku pengen ke jerman or jepang fa :)

    ReplyDelete
  2. Semoga berhasil ya Dek Syifa. Maaf Kakak (jangan dipanggil tante ya hihihi), jalan-jalan sampai ke sini, agak kaget karena nama Syifa sama kayak nama anak Kakak yg kedua, lalu di post ini disebut2x nama Zia, seperti anak Kakak yang pertama. Kebetulan banget. Semoga berhasil ya Dek, tetap terus bersemangat, inshaAllah dimudahkan jalannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah... Alhamdulillah ya bisa kebetulan gitu, Zia dan Syifa, adik-kakak. Seneng banget bisa gini. Heheh... Iya, amiin... terimakasih Kakak :D

      Delete
  3. Keren impiannya dear.
    Just a tips for you, karena aku pernah juga seleksi AFS, mulai pelajari budaya Indonesia, seperti pengetahuan tentang tari-tarian. Kalau lolos seleksi pertama, bisa dipakai untuk menambah kualifikasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya... Wah baru tahu nih Kak Prima pernah ikutan juga :D Iya Kak, kata alumninya musti banyak tahu kebudayaan Indonesia, ini juga lagi belajar tari :D

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥