Thursday, January 30, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-30 (Q.S. Al-Baqarah [2] : 261)


“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir tumbuh seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki, Dan Allah Maha Kuasa (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(Q.S. Al-Baqarah [2] : 261)

Alhamdulillah ya udah hari ketigapuluh aja, udah berhari-hari jalanin program #1Hari1Ayat ini, ternyata lumayan kerasa juga gimana perjuangannya, konsisten selama 31 hari bikin postingan blog (walau ada beberapa hari yang dirapel). InsyaAllah kalau baca Al-Qur’an mah tiap hari, cuma kalau untuk posting ada beberapa kemungkinan yang rada mengganggu. Pertama, kuota modem yang habis, sisanya di waktu jam 00.00 – 06.00 aja. Kedua, nggak setiap hari Syifa bangun di waktu-waktu sepertiga malam gitu. Ketiga, terlalu sibuk sama urusan sekolah jadi kadang lupa atau bahkan nggak sempet bikin postingan. Heheh... Maaf ya Kak Prima :D
Nah, berhubung ini hari ketigapuluh, dan Syifa nya juga bakal sibuk hari ini, karena di sekolah ada acara, setelahnya tes renang, dan setelahnya lagi akan terasa lebih sibuk lagi, jadi postingannya rada dipercepat nih ya, nggak spesial juga karena materi diambil SEBAGIAN KECIL dari sumber buku Agama :)

Umat Islam adalah umat yang mulia, umat yang dipilih Allah SWT untuk mengemban risalah agar mereka menjadi saksi atas segala umat. Tugas umat Islam adalah mewujudkan kehidupan yang adil, makmur, tenteram, dan sejahtera dimana pun mereka berada. Karena itu umat Islam seharusnya menjadi rahmat bagi sekalian alam.
Yang menyebabkan manusia itu mulia adalah karena terdiri dari akal pikiran dan hati yang dianugerahkan oleh Allah SWT. Akal pikiran dan hati inilah yang akan menjadikan manusia itu benar-benar menjadi seorang manusia. Jadi, akal pikiran dan hati nurani tersebut bukan hanya sekadar hal yang tidak berarti. Keduanya akan sangat berarti jika manusia yang mempunyai dua unsur tersebut sanggup menjadikannya sebagai landasan dalam bertindak. Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang dianjurkan untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, antara ain membayar infaq, berzakat, dan wakaf.
Wakaf merupakan hal yang sangat penting bagi perekonomian umat. Sejak datangnya Islam, wakaf telah dilaksanakan berdasarkan paham yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Islam yang mayoritas maupun minoritas muslim, seperti halnya negara Arab Saudi dan negara-negara lainnya. Operasional wakaf sendiri telah ada sejak zaman dahulu baik pada masa Islam maupun sebelumnya.
Dalam masyarakat Islam sendiri, wakaf adalah salah satu bentuk tafakul, karena diantara keistimewaan masyarakatnya adalah mengutamakan ukhuwah (persaudaraan), musawah (persamaan), dan itsar (mengutamakan orang lain). Oleh karena itu, sifat individualisme atau ananiyah tidak ada dalam Islam. Bukankah dengan berwakaf merupakan perbekalan amal yang menjanjikan dan akan mendapatkan pahala yang selalu mengalir terus-menerus?

2 comments:

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥