Monday, January 27, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-27 (Q.S. Al-‘Araaf [7] : 204) "Dengarkanlah!!"


“Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”.
(Q.S. Al-‘Araaf [7] : 204)

Sering membaca Al-Qur'an kan? InsyaAllah sering, dan semoga diistiqamahkan untuk terus membacanya ya. Kalau mendengar Al-Qurnan bagaimana? Sering juga, kalau mendengar bacaan sendiri sih itu lain lagi, maksudnya mendengar bacaan Al-Qur’an dari orang lain? Seringkah? Bagaimana sikap kita saat mendengarkannya?

Menurut Ibnu Katsir, Allah memerintahkan kita untuk diam saat Al-Qur’an. Tapi.., bukan diam tidak memperhatikan dan pikiran terbang melayang jauh kemana-mana lho, maksudnya adalah diam sembari memperhatikannya, lebih baik lagi kalau kita ikut menyimak dan membacanya, kalau kita hafal ayat yang dibacakan. Kenapa harus diam? Ini adalah sebagai bentuk memuliakan dan menghormati Al-Qur’an.

Tapi..., lain lagi yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy zaman dahulu, mereka malah melakukan sebaliknya, yaitu mengajak orang-orang untuk tidak mendengarkan Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Naudzubillah...

Allah menyampaikan perilaku kafir Quraisy dan orang musyrik itu dalam Q.S. [41] : 26, yaitu menghalangi manusia dari mendengar Al-Quran. Firman Allah, “Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini, dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka”.” (Q.S. [41] : 26).

Jadi, orang kafir Quraisy musyrik memahami betul bahwa jika manusia mendengarkan sungguh-sungguh Al-Qur’an, maka mereka akan beriman. Sehingga mereka menghalangi manusia mendengar Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh untuk memikirkan, merenungkan,  dan mengambil pelajaran darinya.

Nah, yang terjadi zaman sekarang beda tapi hampir sama, mereka bukan lagi dihalang-halangi, akan tetapi malah menghalangi diri sendiri untuk mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Caranya memang tidak sama seperti yang dilakukan oleh orang kafir Quraisy musyrik tersebut, tapi tujuannya yang sama-sama saja.

Mereka itu tidak mendengar ayat-ayat Al-Qur’an karena terlalu sibuk, sibuk apa? Bukan kok bukan sibuk kerja, tapi lebih sibuk memainkan alat canggihnya (Eng. gadget). Mereka lebih baik mengutak-atik dan memainkan handphone dan alat canggih lainnya dibanding mendengarkan orang yang sedang membaca Al-Qur’an. Contoh kecilnya saja, ketika sedang ada khotib yang berkhutbah lalu membacakan ayat Al-Qur’an, mereka malah memperhatikan apa yang sekarang sedang terjadi di linimasanya.

Nah, intinya sama saja kan? Sama-sama bertujuan tidak mendengarkan Al-Qur’an. Maka perhatikanlah Al-Qur’an, pelajarilah, hafalkanlah dan renungkanlah, Allah pasti menurunkan rahmat (kasih) pada kita. InsyaAllah...

No comments:

Post a Comment

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥