Friday, January 24, 2014

#1Hari1Ayat Hari ke-24 (Q.S. Al-Baqarah [2] : 46) "Khusyu Itu..."


“(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.
(Q.S. Al-Baqarah [2] : 46)


Khusyu itu susah nggak sih? Hmm... Katanya sih susah, atau mungkin susah-susah gampang, atau gampang-gampang susah, atau malah gampang? Ah itu sih diserahkan ke masing-masing orang aja ya, yang menganggapnya susah pasti ada, yang menganggapnya gampang juga pasti ada.

Biasanya, khusyu itu identik dengan shalat, iya kan? Biar shalatnya khusyu gimana sih? *monggo jawab sendiri*. Tapi ternyata, khusyu itu nggak harus selalu berkaitan sama shalat aja lho, dalam ibadah apapun khusyu diperlukan, biar ibadahnya menjadi baik. Kuncinya? *tenang ini dijawab*, kuncinya adalah meyakini bahwa sesungguhnya kita akan kembali kepada Allah, Sang Maha Pencipta.
 
Source : here
Bagi orang-orang yang meyakini akan pertemuannya dengan Allah dan meyakini bahwa kepada Allah-lah dia kembali,  ini tentu menyelaraskan setiap amalnya di dunia dengan syariat, serta khawatir sehingga berhati-hati dalam ibadah agar Allah menerima ibadahnya. Bagi orang yang khusyu, mereka takut untuk melakukan maksiat kepada Allah dalam hidupnya.

Dalam setiap ibadah yang dilakukannya, ia sering mengingat Allah, mengingat bahwa hidup hanya sekali, mengingat bahwa ia suatu saat nanti akan kembali kepada-Nya. Bila kita benar-benar sanggup mengingat bahwa kita akan mati pun, itu sudah sangat cukup membuat ibadah kita khusyu.

Maka kunci dari menghadapi semua musibah dan memohon pertolongan adalah khusyu ini, yakni meyakini bahwa kita akan kembali dan bertemu (lagi) dengan Allah. Sebaliknya jika seorang hamba tidak meyakini kembalinya dan pertemuan dengan Allah, hidupnya senantiasa dipenuhi maksiat demi maksiat. Gimana mau khusyu, pemikiran untuk mengingat Allah saja nggak terbayang.

Ada sebuah hadits riwayat Muslim, yang artinya “Bahwa Allah Ta’ala berfirman pada seorang hamba pada hari kiamat, “Bukankah Aku telah anugerahkan kepadamu seorang istri? Bukankah Aku telah memuliakanmu? Bukankah Aku telah tundukkan bagimu kuda dan unta? Serta membiarkanmu memimpin dan memiliki harta lalu ditaati? Hamba itu menjawab “Benar”. Allah bertanya “Apakah kamu menyangka bahwa kamu akan bertemu dengan-Ku?” Dia menjawab “Tidak”. Allah berfirman “Pada hari ini Aku lupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan Aku”. (H.R. Muslim)

Intinya sih semuanya bisa dikatakan timbal balik, kalau kita ingat Allah, pasti Allah ingat kita. Kalau kita tolong agama Allah, pasti Allah menolong kita. Kalau kita minta sama Allah, pasti Allah beri kita. Semoga Allah memudahkan kita untuk mengingat-Nya, bahwa kita akan berjumpa dan kembali pada-Nya.


Source : here

No comments:

Post a Comment

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥