Wednesday, April 10, 2013

Semesta-Nya


Semesta-Nya



Langit Subuh selalu memikat naluri
Warnanya merajut merah, kuning keemasan
Menyemangati hidup, bagaikan permadani surgawi
Yang terhampar menggantung terbalik menaungi bumi pagi
Ya Allah, Ya Qodir, kuasa-Mu tak ada yang dapat menandingi

Kumandang suara Adzan dari Masjid
Yang dilantunkan Muadzin mengalun di telinga
Merasuki pikir dan nurani
Membangunkan umat Muslim untuk segera Shalat
Menghadap kepada yang Khalik
Mengajak orang-orang untuk menyembah kepada-Nya

Di pekarangan rumah terdengar suara kokok si jago,
Ayam jantan yang tak mau ketinggalan menyambut pagi
Menyanyikan lagu wajibnya setiap hari

Kubuka jendela kamar, sejenak angin menerobos masuk
Menghalau aroma tak sedap di kamar karena bau peluhku
Melalui lubang jendela terlihat obor-obor yang berjalan
Ku amati, namun hanya segerombol anak laki-laki

Ku amati lagi keadaan pedesaan ini, kali ini lebih nyata lagi
Kubuka jendela kayu itu dengan hati-hati
Ku arahkan pandanganku ke hamparan padi di sebelah rumahku
Sungguh asri pedesaan ini seolah akan selalu abadi
Namun lebih abadi yang menciptakannya, Allah Azza Wajalla


Bandung, 20 Februari 2011, 16.30

2 comments:

  1. suka puisi yaaa...
    keren! >.<

    say, twitmu namanya apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...Makasih Kak :) Twitter aku @syifaiueo ;)

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥