Wednesday, April 10, 2013

Perbedaan Iqro dan Membaca

PERBEDAAN IQRO DAN MEMBACA

Pelajaran I

Guru               : Apa gunanya AGAMA bagi manusia?
Murid              : Untuk diyakini maka dia beriman atau diingkari maka dia kafir.
Guru               : Apa bedanya ORANG BODOH dan ORANG TIDAK TAHU?
Murid              : ORANG BODOH tetap bodoh meskipun diberi pengetahuan sedangkan ORANG TIDAK TAHU menjadi tahu setelah  diberi pengetahuan.
Guru               : Apa artinya “BELAJAR”?
Murid              : BELAJAR artinya “mengucapkan, membaca, memahami, iqra dan mengamalkan”
Guru               : Apa artinya “MENGUCAPKAN”?
Murid              : MENGUCAPKAN artinya “menirukan bunyi huruf”, baik berdiri sendiri atau yang tersusun dalam kata.
Guru               : Apa artinya “MEMBACA”?
Murid              : MEMBACA artinya “menirukan bunyi huruf dalam kata dan mengetahui artinya”, baik berdiri sendiri atau   terangkai dalam kalimat.
Guru               : Apa artinya “MEMAHAMI”?
Murid              : MEMAHAMI artinya “mengerti maksud setiap kalimat yang diucapkan dan dibaca”, baik satu kalimat yang terhimpun dalam alinea.
Guru               : Apa artinya “IQRA” atau “BACALAH” dalam Al-Quran?
Murid              : IQRA artinya “memahami maksud dan tujuan setiap ayat Al-Quran diturunkan ke bumi”, baik yang terkandung dalam seluruh surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas maupun di alam yang terkembang menjadi Sunatullah.
Guru               : Apakah artinya “MENGAMALKAN”?
Murid              : MENGAMALKAN artinya “melaksanakan seluruh pelajaran yang telah di-iqra dalam kehidupan sehari-hari”, baik Fardu ‘Ain(Kewajiban Pribadi), Fardu Kifayah (Kewajiban Umum), Habluminallah (Hubungan Dengan Allah) atau Habluminannas (Hubungan Antarmanusia).
Guru               : Kalian sudah belajar sampai dimana?
Murid              : Baru dapat sedikit-sedikit mengucapkan, membaca dan mengamalkan.
Guru               : Alhamdulillah. Lebih baik belajar sedikit tetapi diamalkan daripada banyak belajar tapi hanya disimpan sebagai pelajaran.
Murid              : Itulah bedanya orang bodoh dan orang tidak tahu. Mereka mengatakan sesuatu yang tidak mereka kerjakan.



Guru               : Orang kafir itu akan tetap kafir meskipun semua orang memberi pengetahuan kepada mereka. “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 6).  “Sama saja bagi mereka apakah kamu meberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” (Q.S. Yasin [36]: 10).

Pelajaran II

Guru               : Siapakah sebaik-baiknya Maha Guru yang patut diteladani?
Murid              : Nabi dan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Guru               : Bagaimana cara untuk meneladaninya?
Murid              : Belajar mengucapkan, membaca, memahami, iqra, dan mengamalkan seluruh akhlak dan perilaku Rasulullah dalam tindakan, ucapan dan kehidupan beliau selama 22 tahun 2 bulan 22 hari kenabian dan kerasulannya.
Guru               : Alhamdulillah. Bagaimana kalau ada orang yang belum iqra dan mengamalkan Al-Quran dan As-Sunah dalam kehidupannya, kemudian ia berkhotbah?
Murid              : Batal Demi Allah!! “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” (Q.S. Ash-Shaff [61]: 2)

No comments:

Post a Comment

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥