Tuesday, April 2, 2013

Hanya Dia


Hallo . . . . . . . . . Akhirnya, hasrat buat bikin puisi jadi juga. Yeaaayyy…setelah sekian lama bertapa merenung dan kegalauan yang membahana datang tak henti-hentinya [oke, ini lebay!] akhirnya bisa juga nulis puisi yang bagusnya luar biasa. Hags…hags…hags…

Kebetulan, waktu itu lagi waktu senggang banget, jadi nggak ada yang dikerjakan, atau mungkin malas mengerjakan. Huhuhuhu…. Jadi, numpahin waktu itu buat jadi secangkir puisi tak karuan, tak berasa, dan tak bisa dimengerti langsung. Heheheh…

Ya udah deh, dari tadi cap cip cup mulu, silahkan dibaca puisinya. Kalau bagus, Alhamdulillah. Nggak juga, no what what [baca: tidak apa-apa]. Don’t forget buat tinggalkan komentar biar kolom komentar ada yang isi J Makasih. Matur nuwun. Syukron. Danke. Takk. Arigatou. Haturnuhun.


HANYA DIA
Asy-syifaa Halimatu Sa’diah

Aku bingung akan hal ini
Larut dalam kesedihan, sementara
Ilalang menari-nari: meremehkanku
Firasatku berkata ini takkan baik
Intan permata itu tak ada disini
Ah, bodohnya aku, mencari yang tak mungkin

Namun, aku ingat sesuatu
Untuk apa aku mencarinya?
Zaman tlah berlalu, aku masih -mencari-
Usia telah rapuh, digerogoti waktu yang berlalu
Lama aku menunggu penantian yang tak kunjung datang ini

Pusara di depanku berkata,
"Raga jiwamu tlah terbaring tenang, disini"
Aaaah, apa maksud semua ini?
Mungkinkah? Aku telah...Aku telah...
Ah iya, aku sedang mencari [sesuatu]
Dan sampai saat ini pun, ia tak ada
Harus kemana lagi kumencari? Aku capai, Tuhan…
Akankah ada yang memberiku satu, hanya SATU
Neraca kehidupan ini telah berubah
Tak lagi berada di titik yang kuinginkan
Yang kumau, hanya dia datang saat aku pergi
                        -AHS-

Nah, itulah puisinya. Jelek ya? Nggak juga sih…*muji sendiri, bukan, tapi PeDe* Etapi, apa kalian merhatiin ada huruf pertama yang Syifa tebalkan? Yang merhatiin, that’s so great J Iyap, sebenarnya Syifa bikin puisi itu dari susunan nama salah seorang sahabat Syifa, ALIFIA NUZUL PRAMADHANTY. Terinspirasi dari puisi yang Ukhti Fia bikin juga, sama-sama dari susunan nama. Mau kenal dan tahu siapakah seorang Alifia? *cung* *cung* [ada 3.982.612.786.514 orang yang mengangkat tangan tanda pengen kenal sama Fia]. Baiklah, silahkan kunjungi rumah maya tempat curahan hatinya Catatan Alifia dan/atau follow di twitter @AlifiaNuzulP. Buat yang baca, wajib hukumnya klik blognya, kalau nggak, *kalau nggak, ngapain ya* Aaah, pokoknya kalau nggak dikunjungi, nyesel, super duper peeeeeeeeeeeeeeeerrrr NYESEL, silahkan ya, RECOMMENDED.

And the last, jangan lupa tinggalkan komentar. WAJIB. Biar karya ke depannya bisa lebih lebih lebih buuuuuuuuuaaaaaaaaaggggggggggggguuuuuuuuusssssssssss lag. Oce?! TONG HILAP NYAAAA….!!!! *gaya Sandrina IMB*

2 comments:

  1. Ah Syifa, selalu saja ada kejutan-kejutan mengejutkan dari seorang Syifa :')

    Puisinya indah sekali, jauh lebih bagus daripada puisi yang dulu Fia bikin dengan cara yang sama :)

    Semangat fa :) Syifa berpotensi banget jadi penulis buku, entah novel, antologi, atau malah buku biografinya Fia *eh ._.

    Maaf Fia jarang sempet ke sini, nama blognya Syifa ganti wae sih haha :Dv

    Syukran ya ukhti, ana merasa terhormat nama ana bisa sering muncul di blog anti =))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau Ukhti suka. Hihi...Aneh ya puisinya, nggak nyambung pula xD

      Eh boleh juga tuh bikin antologi buku Ukhti kayak Surat Dahlan itu. Hihi


      InsyaAllah nggak bakal diubah kok. waktu itu namanya kurang sreg. Hehehe...

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥