Tuesday, April 2, 2013

Aku, Zian, dan Misma


Direbut



Kawan, pernahkah kalian merasakan hal "DIREBUT"? Mungkin saja diantara kalian, pasti pernah merasakannya, baik itu direbut benda yang kalian sayangi, direbut prestasi yang kalian banggakan, direbut perasaan yang kalian harapkan, direbut orang yang kalian cintai, atau direbut hak-hak kalian. Tidak, kali ini Syifa tidak akan membahas tentang "Hak-Hak Manusia yang Direbut". Bukan itu, tapi membahas tentang "sesuatu" yang kalian sayangi, cintai, miliki, dan paling paling terkesan bagi kalian *eh tapi, kayaknya sesuatu ini tidak Syifa sayangi, cintai, miliki, apalagi berkesan, ini BIASA*.

Begini, Syifa akan menceritakan dulu kisah yang pernah Syifa alami, mungkin juga beberapa dari kalian pernah merasakan hal yang sama atau paling tidak hampir sama.

Syifa juga sebenarnya mau menceritakan semua kejadian yang dialami saat itu, tapi rasanya cukup panjang lagi untuk mengetikkan tuts-tuts di keyboard ini, jadi cukup satu kejadian saja yang berkesan yang akan Syifa bagikan pada kalian.

**********************************************************************

Waktu itu, di sekolah Syifa sedang diadakan Masa Orientasi Sekolah (MOS), kebetulan Syifa mendapat bagian untuk membimbing adik-adik kelas baru tersebut. Banyak hal yang Syifa rasakan saat itu, senang, sedih, bahagia, kecewa, tertawa, menangis, capek, marah, semua dirasakan saat mendapat adik-adik baru.

Lalu tepatnya hari Rabu, saat Syifa dan teman-teman pembimbing lain berkenalan ke kelas yang berbeda, selain untuk mengenalkan diri juga mengajak adik-adik untuk tak sungkan pada kakak kelasnya.

Nah, ada satu orang siswa yang menarik perhatian Syifa, namanya Syifa samarkan saja ya :D, sebut saja dia Zian *ingat, ini hanya nama samaran*. Awalnya, mungkin biasa saja seperti berkenalan dengan adik-adik yang lain, tapi saat melihat Zian, ada sesuatu yang berbeda, bukan, bukan perasaan jatuh cinta, tapi seperti melihat sahabat lama Syifa. Kalau dilihat-lihat, Zian itu mirip Fadly, kawan lama Syifa, jadi dari situ serasa menemukan Fadly lagi, walaupun sebenarnya itu memang bukan Fadly :D

Waktu berlalu, Syifa sering bertemu dengan Zian, apalagi kalau Syifa kebetulan lewat kelas Zian, pasti selalu bertatapan dengan adik itu. Seiring berjalannya waktu pula, ada perasaan yang berbeda saat perkenalan pertama, tidak, bukan cinta, tapi suka. Ingat ya, Kawan, cinta dan suka itu beda, Syifa hanya suka pada kepribadian Zian saja, tak lebih. Tak ada salahnya dong?

Semua berjalan saat Syifa mengetahui nomor handphone-nya dan ber-SMS-an dengannya, hanya obrolan biasa, tak berlebihan juga, kadang kala dia memang menjengkelkan, dan menganggap Syifa lebih bawah darinya. Sebenarnya, umur kami tak terlalu jauh, sama-sama kelahiran tahun 1999, walaupun memang Syifa kelas 9 dan Zian kelas 7 *saat menulis*. Saat obrolan di SMS itulah yang membuat kekaguman Syifa pada Zian lambat laun menghilang karena Zian menyebalkan.

Ada teman Syifa, namanya Misma *nama samaran*, Syifa selalu bercerita dengannya tentang Zian, sampai Syifa kasih saja nomor HP Zian pada Misma, mungkin mereka bisa berkenalan dan Misma bisa mengetahui kepribadian Zian, awalnya. Waktu terus berjalan, sampai pada akhirnya, Zian menyatakan perasaannya pada Misma, ya sebut sajalah nembak. Jujur, Syifa memang agak cemburu saat itu, kenapa harus Misma, kenapa kepribadian Zian berubah saat mengenal Misma, kenapa tidak dari dulu? Baiklah, abaikan yang ini.

Tanggal 23 November *kalau tidak salah* adalah hari jadi hubungan 'pacaran' mereka. Misma sering pula menceritakan hubungan mereka yang menambah kecemburuan Syifa itu, sampai-sampai Misma memberi tahu hal yang sering mereka bicarakan dalam SMS-nya. Aaahhh, kenapa juga Syifa harus kepo terhadap hubungan mereka? Bukannya mereka yang menjalani hubungan mereka? Lalu, kenapa Syifa berurusan dengan mereka? Kenapa Syifa? *tanya diri*

Hubungan mereka masih berlanjut sampai saat ini. Kecemburuan Syifa sedikit berkurang, karena Syifa tahu, Zian memang layak untuk Misma. Dan tentang SMS-SMS itu, masih Misma ceritakan pada Syifa, seperti "ILOVEILOVEUILOVEUILOVEU, gak ada spasi, biar gak ada orang lain"; "Sayang, aku cinta cinta cinta cinta kamu sampai mati"; dan SMS lainnya yang selalu ada kata Cinta, Sayang, Rindu, Love, dan kata-kata cinta lainnya. Syifa bersyukur banget karena tak pernah merasakan pacaran karena Syifa tahu, kata-kata seperti itu hanya gombalan, Alhamdulillah.

Jujur, Syifa menyayangkan sekali Zian mengatakan ucapan itu, bukan, bukan apa-apa, tapi jika Zian mengucapkan "Aku janji, aku bakal setia sama kamu", saat Zian tak dapat menepati janji itu, bagaimana? Hancurkah perasaan Misma? [selanjutnya dibahas di lain postingan]. Dan ucapan janji lainnya yang Syifa khawatirkan Zian malah mengingkari ucapan yang keluar dari mulutnya sendiri.

Terkadang, Syifa berpikir, kenapa Syifa yang menyukai Zian, tapi Misma yang mendapatkannya? Kenapa sifat Zian berubah saat berkenalan dengan Misma? Kenapa Misma tak memperhatikan perasaan Syifa? Duuuhhh, jadi bingung gini :D Tapi, dari sinilah Syifa belajar, ada banyak hal yang bisa Syifa ambil.

1. Tak selamanya keinginan sama dengan kenyataan. Buktinya, Syifa menginginkan Zian tapi kenyataannya tidak demikian.
2. Allah SWT masih sayang sama Syifa, Dia tak rela jika Syifa berpacaran. Karena kalau Syifa melakukannya, takut-takut Allah cemburu atau mungkin saja, laki-laki yang berpacaran dengan Syifa akan selalu menggombali seperti halnya gombalan Zian pada Misma.
3. Sahabat, tidak harus selalu setia atau mengerti, kadang kala tiap orangnya harus memiliki sikap dan sifat sendiri-sendiri, bukan egois, tapi beda masalahnya. Seperti Misma, walaupun dia tahu Syifa menyukai Zian, tapi tetap saja Misma melanjutkan hubungan mereka.
4. Selalu berhati-hati, ya, hati-hati yang dimaksud adalah hati-hati akan gombalan laki-laki, jangan langsung percaya akan ucapan yang dijadikan rayuan seorang lelaki. Dampaknya, jika ia mengingkari, perasaan kita seperti tercabik-cabik, ya syukur-syukur bisa ditepati, kan kalau nggak, gimana?

**********************************************************************

Nah, kawan, itulah sedikit cerita pengalaman Syifa, dalam hal ini, Syifa bukan melarang kalian pacaran, tapi hanya hati-hati aja :D *jangan salah paham ya* Urusan pacaran atau tidaknya, tentu hati kalian yang memilih sendiri. Masalah direbut itu, mungkin sudah tersirat dan tersurat dalam hal tadi, jadi tak perlu Syifa jelaskan kembali ya ;) Intinya, kalian boleh mengambil pelajaran dari cerita ini, bebas dari sudut manapun, mau hikmah A, B, C atau lainnya, diserahkan pada kalian.

No comments:

Post a Comment

Thanks for read my post. Leave a comment, please ♥